Berita

RAPAT KOORDINASI DAN EVALUASI PENGENDALIAN RABIES DI KALIMANTAN BARAT TANGGAL 24 AGUSTUS 2015

Dinaskeswan | Kamis, 04 Agustus 2016 - 00:46:07 WIB | dibaca: 493 pembaca

Pada tanggal 24 Agustus 2015 bertempat di Ruang Pertemuan Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pengendalian Rabies di Kalimantan Barat. Rapat ini dihadiri oleh Staf Ahli Kemenko PMK selaku Ketua Tim Komisi Nasional Zoonosis, dr. Emil Agustiono M.Kes (selaku Wakil Panel Ahli Komnas Zoonosis), dan Anggota Komnas Pengendalian Zoonosis (Direktur Kesehatan Hewan, Mabes TNI, dan Mabes Polri), Anggota Satgas Pengendalian Rabies Provinsi Kalimantan Barat, Anggota Komisi Pengendalian Zoonosis Provinsi, Kabupaten/Kota.

Setelah mendengarkan arahan/paparan dari Staf Ahli, Sekretaris Daerah, Komandan Satgas Pengendalian Rabies Provinsi Kalimantan Barat, Komisi Kabupaten Pengendalian Zoonosis (Ketapang, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu), serta diskusi yang berkembang selama pertemuan, maka dihasilkan rumusan sebagai berikut :

1.     Berdasarkan hasil Evaluasi Pengendalian Rabies di Provinsi Kalimantan Barat setelah 6 (enam) bulan  dinyatakan KLB Rabies,

a)      Kasus gigitan meluas ke 27 kecamatan (61%) di 4 Kabupaten (Ketapang, Melawi, Kapuas Hulu, dan Sintang)

b)     Sebelum ditetapkan KLB kasus gigitan berjumlah 224 kasus, namun setelah penetapan KLB (hingga Agustus 2015) mencapai 748 kasus gigitan. Selama 6 bulan setelah penetapan KLB terjadi peningkatan kasus gigitan mencapai 70%. Kasus gigitan meningkat pada bulan Maret di Kabupaten Ketapang, khusus untuk Kabupaten Kapuas Hulu mengalami peningkatan kasus gigitan pada bulan Mei sebanyak 46 kasus gigitan. Penurunan kasus terjadi pada bulan Agustus dengan jumlah kasus sebanyak 6 kasus gigitan.

c)      Jumlah kematian sebelum ditetapkan KLB berjumlah 18 orang, setelah ditetapkan KLB jumlah kematian mencapai 20 orang. Dari data tersebut menunjukkan peningkatan 10%. Kejadian kematian 1 orang penderita gigitan anjing di Kabupaten Kapuas Hulu pada bulan Mei 2015 dan Melawi sebanyak 1 orang pada bulan Juli 2015.

2.     Meningkat dan meluasnya kasus Rabies di Kalimantan Barat terjadi karena :

a)      Bupati/Komda Kabupaten tertular belum sepenuhnya melaksanakan rekomendasi Gubernur

b)     Rantai dingin vaksin yang tidak diterapkan dikarenakan minimnya ketersediaan kulkas dan pasokan listrik di Kecamatan tertular

c)      Anggaran bencana non alam yang tidak dapat digunakan karena terbentur aturan penggunaan

d)     SDM yang berkompetensi (Dokter Hewan/Medik Veteriner) dalam penanganan dan pengendalian kasus Rabies sangan kurang

e)     Check Point yang tidak efektif, mengingat barier alam (hutan) yang ada selama ini telah menjadi perkebunan sawit dan semakin lancarnya transportasi darat di perbatasan sehingga lalu lintas orang dan hewan (anjing) tidak terkendali

f)       Kurangnya komunikasi antar instansi terkait/anggota Komisi Pengendalian Zoonosis Kabupaten/Kota

3.     Untuk meningkatkan keberhasilan pengendalian Rabies di Kalimantan Barat direkomendasikan kepada Gubernur Kalimantan Barat untuk :

a)      Memperpanjang status KLB Provinsi Kalimantan Barat

b)     Memperpanjang masa kerja Satgas Pengendalian Rabies Provinsi Kalimantan Barat

c)      Rekomendasi Gubenur Kalimantan Barat diubah menjadi instruksi/perintah yang harus dilaksanakan oleh Bupati/Walikota di Kalimantan Barat

d)     Menegaskan kepada Bupati untuk menyediakan anggaran operasional Pengendalian Rabies

4.     Dalam pengendalian Rabies di Kalimantan Barat, Komnas Zoonosis akan memfasilitasi :

a)      Memperbantukan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan ke Kabupaten/Kota tertular dengan catatan Pemerintah Kabupaten harus membuat pengusulan dan kesanggupan menyediakan transportasi dan akomodasi bagi mahasiswa selama berada di Kabupaten tertular

b)     Perubahan aturan yang menyangkut penggunaan dana bencana non alam yang sesuai dengan situasi dan kondisi dari Kabupaten tertular

c)      Meningkatkan kerjasama antar Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah dalam upaya pemberantasan meliputi vaksinasi bersama di wilayah perbatasan dan saling memberikan informasi perkembangan Rabies di wilayah masing-masing

d)     Memperkuat Laboratorium Kesehatan Hewan di daerah untuk mendiagnosa Rabies 

               

                                          

                                            

                                            

 

 

 

KEJADIAN PENYAKIT HEWAN

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

 

                                                        Periode : Agustus 2015

Nama Penyakit

Jumlah (kasus)

Pulllorum

6

Newcastle Disease

5

Coryza

1

Cacingan

53

Malnutrisi

21

Bovine Ephemeral Fever

14

Salmonellosis

4

Pneumonia

5

Tympany

4

Scabies

31

Hipofungsi ovari

2

miasis

5

Distokia

1

Malignant Catarrhal Fever

1

Orf

2

kaskado

1

Keracunan

2

Gastroenteritis

8

Indigesti

4

distemper

4

Parvovirus

4

Dermatitis

1

Feline Lower Urinary Tractus Disease

5










Komentar Via Website : 16
Cara Pemesanan Jelly Gamat QnC
19 September 2016 - 11:17:04 WIB
seharusnya anda baca dulu ini https://goo.gl/h2AGR7
Cara Mengobati Kram Otot Secara Alami
03 Juni 2017 - 14:01:05 WIB
Masih belum puas dengan hasilnya, semoga bisa memuaskan lagi hasilnya ? https://goo.gl/jOFxmu | https://goo.gl/WS2ppH | https://goo.gl/xQDtr9 | https://goo.gl/Z1UWIshttps://goo.gl/ckAdtT
AwalKembali 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)