Basis Data

PERTEMUAN KOORDINASI DAN EVALUASI PENGENDALIAN DAN PEMBERANTASAN RABIES DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Dinaskeswan | Kamis, 04 Agustus 2016 - 00:42:13 WIB | dibaca: 365 pembaca


Pontianak, 6-7 Oktober 2015

Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Pengendalian dan Pemberantasan Rabies di Prov. Kalbar dibuka oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Drh. H. Abdul Manaf Mustafa. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan 14 kab/kota yang membidangi fungsi peternakan. Narasumber yang hadir pada petemuan tersebut adalah Kasubdit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Ibu Drh Mardiatmi mewakili Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI.

Tujuan diselenggarakannya Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Pengendalian dan Pemberantasan Rabies di Prov. Kalbar adalah :

  1. Meningkatkan pengendalian dan pemberantasan rabies secara lebih efektif dan efisien
  2. Meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian rabies untuk daerah terancam atau daerah tertular
  3. Menentukan kebijakan lebih lanjut yang berkaitan dengan pencegahan, pengendalian dan pemberantasan rabies.

                  Dalam penanganan kasus Rabies harus dengan koordinasi 3 kementerian yaitu KEMENDAGRI  (Pemerintah Desa), Kemenkes (Dinas Kesehatan) dan Kementan (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan).

•  Di negara ASEAN  terdapat: 

     - 7 negara  Endemis Rabies : Cambodia, Indonesia, Lao PDR,  Myanmar, Filipina, Thailand dan Vietnam

     -  3 negara Bebas Rabies:  Brunei, Singapura dan  Malaysia (terakhir Sept 2015 dilaporkan   kasus  positif di Malaysia)

•  Pada acara :  The 12th ASEAN Health Meeting Ministerial Meeting (AHMM) dan  The 36th ASEAN Agricultural and Forestry  Ministerial Meeting (AMAF) telah menyusun dan membuat kesepakatan bebas Rabies di  negara ASEAN  pada tahun 2020.

 

 

                

 KETERANGAN:  
Merah: Daerah Tertular  
Kuning: Daerah Terancam  
Hijau: Daerah Bebas  

                                                                 

ZONING RABIES KALIMANTAN BARAT

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Kalbar, Drh. A. Manaf M. menyampaikan bahwa penanganan kasus rabies harus dimulai dari pemerintah desa dengan membuat keputusan desa yang isinya :

1.     Larangan keluar – masuknya Anjing dan HPR  lainnya dari dan atau ke Desa yang bersangkutan;

2.     Mewajibkan kepada seluruh pemilik HPR agar mendaftarkan HPR kepada Kepala Desa; dan wajib memelihara dengan baik.

3.     Mewajibkan anjing divaksinasi rutin setiap tahun dan diberi tanda/collar serta bersedia divaksinasi (gratis dan diberi tanda)

4.     Dilarang meliarkan anjing dan bertanggung jawab atas biaya pengobatan dan denda (hukum adat) dari anjing yg diliarkan.

5.     Mengeleminasi  anjing liar atau diliarkan  (tanpa ganti rugi)

6.     Mewajibkan warga menghadiri sosialisasi Rabies & penanggulangannya dg melibatkan Pemuka Adat, Pemuka Agama dll.

7.     Anjing yg menggigit tidak boleh dibunuh/dikonsumsi, untuk dilakukan observasi selama 14 hari

8.     Mewajibkan lapor ke Kades apabila terjadi gigitan anjing & HPR lainnya.

 

Satu hal yang sangat mendukung upaya pengendalian Rabies di Kalbar yaitu tingginya komitmen Gubernur Kalbar (Drs. Cornelis, SH,MH) dimana dalam berbagai pertemuan dengan masyarakat khususnya di pedalaman selalu disampaikan agar Rabies ini harus dikendalikan secara terprogram dan terkoordinir dengan baik dan harus melibatkan peran seluruh lapisan masyarakat. Sejak laporan kasus gigitan pada September 2014 sampai dengan 08 Oktober 2015 sudah terjadi 799 kasus gigitan anjing di 4 Kabupaten yaitu Kapuas Hulu, Melawi, Sintang, dan Ketapang dengan korban 19 orang  meninggal masing-masing 9 orang di Kab. Melawi, 9 orang di Kab.Ketapang dan 1 orang berasal dari Desa Selaup Kecamatan Bunut Hulu, Kab. Kapuas Hulu. Strategi utama untuk mengendalikan Rabies adalah vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) terutama anjing dengan target minimal 70% dari populasi (Hartanti Ayu W., S.Pt.)










Komentar Via Website : 6
Cara Mengobati Kram Otot Secara Alami
03 Juni 2017 - 14:01:47 WIB
Masih belum puas dengan hasilnya, semoga bisa memuaskan lagi hasilnya ? https://goo.gl/jOFxmu | https://goo.gl/WS2ppH | https://goo.gl/xQDtr9 | https://goo.gl/Z1UWIshttps://goo.gl/ckAdtT
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)