Kesehatan

Penerimaan Penghargaan

Dinaskeswan | Minggu, 05 Juni 2016 - 22:58:59 WIB | dibaca: 126 pembaca

PONTIANAK – Provinsi Kalimantan Barat tahun 2014 kembali menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian karena bebas virus penyakit Anjing Gila (Rabies). Penghargaan tersebut serahkan Menteri Pertanian yang dalam hal ini diwakili Direktur Jendral Peternakan dan Keswan kementerian pertanian Syukur Iwantoro, kepada Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, pada Peresmian Gedung dan Sarana Unit Pengembangan Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Gedung Laboratorium Kesehata hewan dan kesmavet, Gedung Balai pembenihan tanaman perkebunan semuanya dalam lingkup Pemerintah Provinsi Kalbar, Rabu (20/8). Selain penyerahan sertifikat bebas rabies, juga diserahkan sertifikat besas kompartemen Flu Burung kepada Breeding Farm GPDI Singkawang.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar Abdul Manaf Mustafa, Kalbar telah memiliki 4 (empat) sertifikat bebas PHMS, bebas Flu Burung, Brucellosis, Rabies dan bebas kompartemen FB pada breending farm. Selain itu menurut Manaf, Provinsi Kalbar juga mempunyai program pembebasan Hog Cholera pada ternak Babi tahun 2016, yang akan menjadikan Kalbar sebagai sumber ternak Babi Nasional.

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis menyambut baik penghargaan tersebut, karena sebuah upaya untuk membentengi masyarakat Kalimantan Barat dari berbagai virus penyakit yang ditularkan hewan. Disamping itu, dirinya mengatakan virus rabies yang ditakuti tidak akan berkembang di Kalimantan Barat, karena begitu besar anjingnya dipotong untuk dikonsumsi terutama oleh masyarakat non muslim yang mau mengkonsumsi dagingnya. Demikian juga dengan virus Babi, karena setiap penyelenggaraan Pilkada dan Pemilu legislatif memerlukan daging Babi untuk dikonsumsi. Disatu sisi pula Cornelis mengingatkan agar petugas jangan terlena dengan penghargaan bebas virus Rabies, karena mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan, sehingga sedini mungkin untuk mendeteksi di lapangan, pengawasan di karantina Border untuk pengawasan hewan dan daging yang masuk dari luar.(Teks/foto: HC)

Foto: Gubernur Kalimantan Barat Cornelis Ketua TP PKK Prov Kalbar Frederika Cornelis bersama Dirjen Peternakan dan Keswan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mendengarkan penjelasan dari Anggota Polri terkait spesifikasi Anjing Pelacak dan kesehatannya di Halaman Dinas Peternakan  Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (20/8).

 










Komentar Via Website : 1
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)