Kategori Agribisnis Dan Budidaya

PEDOMAN BUDIDAYA TERNAK AYAM BURAS YANG BAIK

Dinaskeswan | Rabu, 03 Agustus 2016 - 23:32:13 WIB | dibaca: 300 pembaca

PEDOMAN BUDIDAYA TERNAK AYAM BURAS YANG BAIK
  1. SARANA
    1. Lokasi
      1. Tidak bertentangan dengan RUTR dan RDRT
      2. Letak dan ketinggian lokasi dengan wilayah sekitarnya harus memperhatikan lingkungan dan topografi
    2. Lahan
      Lahan harus jelas, sesuai dengan peruntukannya menurut peraturan perundangan yang berlaku.
    3. Penyediaan Air dan Alat Penerang
      Air yang digunakan harus memenuhi baku mutu air yang sehat yang dapat diminum oleh manuasia dan ternak serta tersedia sepanjang tahun, dan hendaknya menyediakan alat penerangan (listrik) yang cukup sesuai kebutuhan.
    4. Bangunan
      1. Jenis Bangunan
        1. Kandang anak ayam, kandang ayam dara, ayam induk/babon dan ruang penetasan; kandang isolasi ayam sakit;
        2. Gudang penyimpanan bahan baku, ransum makanan ayam, gudang peralatan, ruang penyimpanan telur dan tempat penyimpanan obat;
        3. Bak dan saluran pembuangan limbah;
        4. Bangunan kantor untuk urusan administrator
      2. Konstruksi Bangunan
        Memenuhi daya tampung untuk menjamin masuknya udara segar dengan leluasa ke dalam kandang dan keluarnya udara kotor (suhu optimal 26,50 C dengan kelembaban maksimum 90%), memiliki saluran pembuangan limbah; bahan yang ekonomis.
      3. Tata Letak Bangunan
        1. Ruang kantor dan tempat tinggal karyawan : terpisah dari perkandangan.
        2. Jarak antara tiap-tiap kandang minimal 1 kali lebar kandang.
        3. Jarak terdekat antara kandang dengan bangunan lain bukan kandang minimal 25 meter.
        4. Kandang, kandang isolasi dan bangunan lainnya harus ditata supaya aliran air, saluran pembuangan limbah, udara dan penghantar lain tidak menimbulkan pencemaran penyakit.
    5. Alat dan Mesin
      Usaha peternakan ayam buras hendaknya memiliki sejumlah  peralatan pemeliharaan sesuai dengan kapasitas/jumlah ayam yang dipelihara, seperti induk buatan (brooder), tempat pakan (feeder) untuk berbagai jenis umur, tempat minum (waterer) untuk berbagai jenis umur, alat penghapus hama, alat penerangan dan budidaya lainnya, alat pembersih kandang, peralatan kesehatan hewan, timbangan, alat pencampur bahan baku pakan.
    6. Bibit
      Harus sehat (bebas dari penyakit)
    7. Pakan
      Pakan yang digunakan harus cukup, sehat dan bergizi.
    8. Obat Hewan
      Obat hewan, bahan kimia, hormon yang digunakan sudah terdaftar dan digunakan sesuai petunjuk.
    9. Tenaga Kerja
      Tenaga kerja yang dipekerjakan hendaknya berbadan sehat dan mendapatkan pelatihan teknis produksi.
       
  2. PROSES PRODUKSI
    1. Pembibitan Bibit :
      Calon bibit (induk) dan pejantan harus sehat, lincah umur antara 5-12 bulan (induk) untuk pejantan antara umur 8-15 bulan
    2. Kandang
      Persyaratan teknis kandang yang baik adalah :
      • Harus memperhatikan tata letak kandang, drainase, sistem pertukaran udara, cukup mendapat sinar matahari, besih dan kuat.
      • Memperhatikan sarana transportasi dan dekat dengan sumber pakan.
      • Ukuran kandang dan daya tampung yang berlaku ( misalnya untuk dewasa buras 6-10 ekor/m2)
      • Tempat makan dan minum dibuat dari bahan yang tidak mudah berkarat dan alat pembersih kandang harus lengkap, mempunyai alat pemanas.
      • Alas kandang dan litter harus tetap kering, jika mengumpal segera diganti dan sangkar atau tempat bertelur terbuat dari anyaman bumbu atau papan serta menggunakan alat penerangan (lampu).
    3. Pakan
      • Pakan yang diberikan harus sesuai jumlah dan mutunya dengan umur dan periode pertumbuhan ayam.
      • Jenis dan jumlah bahan baku pakan yang digunakan harus tercatat
      • Tanaman yang ditanaman baik digunakan sebagai pakan maupun sebagai tanaman pelindung
      • Tidak boleh tercemar bahan beracun.
    4. Kesehatan Hewan
      1. Situasi Penyakit Ayam Buras
        Harus melakukan vaksinasi, mencatat setiap pelaksanaan vaksinasi dan jenis vaksin yang digunakan dan melaop kepada Dinas Peternakan setempat bila terjadi kasus penyakit ayam menular.
      2. Tindakan Pengamanan Penyakit
        1. Lokasi tidak mudah dimasuki binatang lainnya
        2. Melakukan pembersihan dan desinfektan kandang dan peralatan
        3. Peralatan dalam kandang isolasi tidak boleh dipakai dalam kandang lainnya
        4. Orang yang dapat keluar masuk komplek perkandangan adalah petugas atau orang yang diizinkan
        5. Ayam yang menderita penyakit menular atau bangkai ayam dilarang dibawa keluar komplek peternakan, harus dibakar/dikubur dibawah pengawasan Dokter Hewan/petugas.
    5. Reproduksi
      1. Harus dilakukan seleksi sesuai sifat-sifat yang dikehendaki
      2. Telur yang akan ditetaskan hendaknya diperoleh dari induk dengan mutu produksi baik.
      3. Untuk mendapatkan daya tetas yang tinggi perbandingan jantan dan betina harus diperhatikan (1:8-10)
      4. Sistem perkawinan bisa dengan IB atu kawin alam sistem penetasan dapat dilakukan dengan penetasan induk dan mesin tetas
    6. Penanganan Hasil
      1. Pemberishan ayam
        Dibersihkan secara kering (tanpa air), jika dengan cara basah (dengan air) hendaknya menggunakan air hangat kuku
      2. Sortir/pemilihan ayam dipilih sesuai dengan kondisi dan beratnya.
      3. Pengepakan ayam siap angkut. Dikemas dalam wadah atau kemasan khusus ayam.
         
  3. PELESTARIAN LINGKUNGAN
    1. Rencana Penanggulangan Pencemaran Lingkungan
      Harus menyusun rencana sesuai peraturan :
      1. Undang-undang No 23/1997 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
      2. PP No 27/1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
      3. Peraturan  pelaksanaan AMDAL.
    2. Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan
      Perlu perhatian khusus terhadap beberapa hal :
      1. Pencegahan erosi serta membantu penghijauan di areal peternakan.
      2. Pencegahan polusi (bau,bising,serangga,tikus,pencemaran air)
      3. Pembuatan unit pengolahan limbah (padat,cair dan gas)
      4. Pembuatan tempat pembuangan kotoran dan penguburan bangkai.
  4. PENGAWASAN
    1. Sistem Pengawasan
      1. Pada titik kritis dalam proses produksi untuk memantau kemungkinan adanya penyakit
      2. Dinas Peternakan melakukan Pengawasan.
    2. Sertifikasi
      1. Untuk tujuan ekspor harus dilengkapi dengan sertifikat.
      2. Sertifikat dikeluarkan oleh Dinas Peternakan setelah melalui penilaian berdasarkan monitoring dan evaluasi
    3. Monitoring dan Evaluasi
      1. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh instansi yang berwenang di bidang peternakan di kabupaten/kota.
      2. Evaluasi dilakukan setiap tahun berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan serta pengecekan/kunjungan ke lokasi usaha
    4. Pencatatan
      Data yang perlu dicatat adalah data populasi, rpoduksi,catatan reproduksi, konsumsi pakan, jadwal vaksinasi, penyakit, pemasukan dan pengeluaran ayam.
    5. Pelaporan
      Setiap usaha ayam buras wajib membuat :
      1. Laporan tertulis secara bekala (semester dan tahunan) kepada Instansi Dinas Peternakan.
      2. Laporan Internal (teknis dan administrasi ) untuk pengawasan intern, terutama pada titik kritis proses produksi.










Komentar Via Website : 4
sms ucapan idul adha
10 September 2016 - 17:23:07 WIB
Motivasi Blogger yang Wajib di Amalkan
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)