Penyakit Hewan

ANTHRAX

Dinaskeswan | Kamis, 04 Agustus 2016 - 01:05:33 WIB | dibaca: 307 pembaca

Penyakit Anthrax atau radang limpa adalah salah satu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Bacillus anthracis. Bakteri ini sangat ganas dan sulit diberantas karena merupakan Soil Bomed Disease, yang secara harfiah dapat diartikan: ‘penyakit dari tanah’. Bacillus anthracis yang berbentuk persegi panjang berderet (bila dilihat dengan mikroskop) seperti gandengan kereta api ini dapat membentuk spora dan dapat hidup berpuluh-puluh tahun di dalam tanah. Di dalam tubuh penderita, Bacillus anthracis terdapat di dalam darah dan organ-organ dalam terutama limpa. Itu sebabnya penyakit ini dikenal dengan sebutan radang limpa.


Cara Penularan

Bacillus anthracis tidak berpindah langsung dari ternak satu ke ternak yang lain, biasanya masuk ke dalam tubuh ternak bersama makanan, perkakas kandang atau dari tanah (rumput). Infeksi tanah inilah yang dianggap paling penting dan berbahaya. Spora yang ada di dalam tanah bisa naik ke atas oleh pengolahan tanah dan hinggap di rumput, yang kemudian dimakan ternak bersama sporanya. Demikian juga spora itu bisa masuk ke dalam kulit, apabila hewan itu berada dan tidur di tempat yang tercemar.

Pada manusia, spora anthrax dapat masuk baik Icwat mulut karena makan bahan makanan (daging) yang tercemar ataupun lewat kulit yang terluka atau bekas gigitan serangga. Oleh karena itu, ternak yang terkena penyakit anthrax dilarang keras untuk dipotong dan dikonsumsi. Selain itu, spora juga dapat masuk ke tubuh manusia lewat pernapasan, yang dapat menyebabkan penderita mengalami radang paru-paru. Hal inilah sekarang yang menjadi berita dunia, karena orang yang tidak bertanggung jawab (teroris) menyebarkan spora anthrax melalui surat atau caracara lainnya.

Target:
Biasanya menyerang kuku hewan menyusui (sapi, kambing, dsb), menjalar ke daging. Menular pada manusia melalui :

  • Kulit; dengan cara bersentuhan dengan bahan atau produk hewan terinfeksi melalui luka pada kulit, walaupun lukanya sangat kecil, seperti luka gres/lecet.
  • Paru-paru/pernapasan; bila udara yang terkontaminasi spora bakteri dihirup melalui pernapasan.
  • Usus/pencernaan; bila bahan makanan (daging) yang terinfeksi dimasak kurang sempurna (dengan panas mencapai 100 derajat Celsius selama 30 menit) sehingga spora bakteri masih hidup.

Gejala:

Timbul 7 hari setelah terkontaminasi, 80-90% kasus mengalami kematian.

  • Kulit: bercak merah yang berubah cepat menjadi benjolan ungu, membengkak, dan pecah. Penderita mengalami sakit kepala, mual, muntah.
  • Paru-paru: sulit bernapas, shock, perdarahan internal, bisa langsung mengakibatkan kematian.
  • Usus: hilang nafsu makan, muntah, demam dan sakit perut, muntah darah, diare.
  • Sepsis: kelanjutan dari gejala di atas. Pada kasus tertentu, penderita mengalami radang selaput otak (meningitis haemorhagika).

Pengobatan:

Untuk mencegah infeksi, digunakan antibiotik seperti penicilin, doxycycline, dan fluoroquinolones. Demam diturunkan dengan kompres dingin atau pemberian antipiretik.

Pencegahan:

  • Membakar daging hewan yang terinfeksi.
  • Menghindari kontak (baik fisik, maupun kontak udara/ mendekat) dengan produk hewan yang terinfeksi.
  • Tidak mengkonsumsi daging yang diduga terinfeksi.

Kewaspadaan dini:
Jika gejala di atas dialami keluarga atau anggota masyarakat, segera bawa ke unit pelayanan kesehatan terdekat.

Cara Penanggulangan Penyakit

Terhadap Temak yang Sehat

  • Ternak yang sehat, tapi tinggal sekelompok dengan yang sakit diberi suntikan serum atau antibiotik, dan setelah kurang lebih 5 hari baru divaksin.
  • Ternak yang sehat, 5-10 km dari daerah yang tercemar (pusat wabah) penyakit diadakan vaksinansi.

Terhadap Ternak yang Sakit

  • Pisahkan segera dari ternak yang sehat.
  • Pengobatan dengan serum dan atau kombinasi antibiotik(penicillium, Streptomycin, Oxitetracyclin, Chloramphenicol) atau terapi (Sulametazine, Sulafanilamide, Sulafapyridin dan lain-lain).
  • Setelah penderita sembuh dapat divaksinasi.
  • Bagi ternak yang sudah mati akibat anthrax, dibakar, diberi desinfektan kemudian dikubur. Sedangkan bangkai yang sudah terlanjur dikubur, tanahnya dibuka kembaIi, tanah galian diberi desinfektan dan kapur, serta bangkai dibakar, kemudian kuburan kembali ditutup.
  • Susu yang berasal dari ternak sakit harus dimusnahkan, dibuang dengan dicampur larutan formalin.










Komentar Via Website : 24
Pendaftaran
29 Oktober 2016 - 18:49:42 WIB
harus menjaga kesehatan diri setiap hari. http://goo.gl/qi2A1Q
Obat Herbal Kanker Payudara Paling Mujarab
13 April 2017 - 14:30:54 WIB
oke infonya, http://goo.gl/evoz5T
AwalKembali 123 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)